Langsung ke konten utama

Postingan

'Full House', Rumah Impian Kami

Sejak menikah di tahun 2008, saya dan suami tidak tinggal serumah dengan orang tua sebagaimana lazimnya pasangan baru menikah di Aceh.  Begitu selesai prosesi nikahan di kampung kami di Aceh Selatan, kami kembali ke kota Banda Aceh. Ya, Tuhan menjodohkan saya dengan lelaki yang berasal dari daerah yang sama di Aceh dan sama-sama memiliki aktivitas di kota Banda Aceh. Saya saat itu sedang mengambil kepaniteraan klinik keperawatan di salah satu rumah sakit umum di Banda Aceh, jadi dengan tergesa-gesa selepas semua acara, kami langsung kembali ke Banda Aceh. Kembali ke Banda Aceh, kembali ke aktifitas kami masing-masing.  Kami memulai hidup baru sebagai sepasang suami istri benar-benar dari nol. Sehabis lamaran sampai nikahan, lalu mengontrak sebuah mungil, membeli peralatan rumah dan peralatan memasak seadanya, suami hanya menyisakan sedikit uang. Sementara saya sama sekali tidak punya tabungan. Suami saya bukan seorang PNS, juga bukan pegawai  atau karyawan tetap se...
Postingan terbaru

Cintaku untuk Si Buah Hati

Abel saat berumur 18 bulan Harapan kami pada si buah hati, mungkin sama seperti harapan-harapn orang tua lainnya di muka bumi ini. Ingin anaknya tumbuh sehat, cerdas, aktif, soleh/solehah, dan tidak kurang satu apapun dari anggota tubuhnya. Aku selalu gerimis menyaksikan bayi-bayi yang lahir dengan kondisi; kembar dempet, tidak punya usus, jantung di luar, hidrocephalus , dan berbagai kekurangan kondisi tubuh lainnya. Untuk itu, kami selalu berdoa dan berikhtiar agar Tuhan memberikan kami anak yang sempurna. Apalagi ini adalah anak pertama kami. Ikhtiar kami lakukan secara batiniah dan lahiriah. Setiap malam, seusai salat Magrib dan Isya, suamiku selalu membaca ayat-ayat suci. Lebih lama dari yang kulakukan. Ya, aku cepat merasa lelah dan langsung merebahkan badan. Sambil bertilawah, aku diminta merebahkan kepalaku di pangkuannya. Supaya anak kita terbiasa mendengarkan ayat Al Qur’an meski masih dalam kandungan, begitu katanya. Masih dengan aku tidu...

Namanya Abel

Halooooo...semua...saya membuat blog baru khusus untuk mencatat jejak langkah putra saya bernama Abel dan cerita-cerita yang menyertai tumbuh kembangnya. Mungkin sudah agak telat karena April nanti dia genap berumur empat tahun. Hallooo..saya ke mana ajaaa? Nggak ke mana-mana, kok. Dulu-dulu males bikin blog khusus. Takut tak sempat urus. Tapi karena ternyata saya sering membuat status tentang dia, akhirnya  saya berpikir ulang untuk membuat blog khusus yang berisi catatan tentang putra saya dan keluarga saya. Saat ini putra saya masih satu, dan jika Allah mengijinkan saya punya anak lagi selain Abel, tentunya blog ini akan tambah seru dan rame nantinya. Ohya, selain memanggilnya dengan nama 'Abel', saya dan ayah Abel sesekali memanggilnya dengan sebutan 'bujang'. Bujang g dalam bahasa Minang berarti anak laki-laki. Saya dan suami berasal dari kabupaten di Aceh yang banyak penduduknya berbicara dalam bahasa Minang. Baiklah, saya perkenalkan putra saya dulu yaaa...