Abel saat berumur 18 bulan Harapan kami pada si buah hati, mungkin sama seperti harapan-harapn orang tua lainnya di muka bumi ini. Ingin anaknya tumbuh sehat, cerdas, aktif, soleh/solehah, dan tidak kurang satu apapun dari anggota tubuhnya. Aku selalu gerimis menyaksikan bayi-bayi yang lahir dengan kondisi; kembar dempet, tidak punya usus, jantung di luar, hidrocephalus , dan berbagai kekurangan kondisi tubuh lainnya. Untuk itu, kami selalu berdoa dan berikhtiar agar Tuhan memberikan kami anak yang sempurna. Apalagi ini adalah anak pertama kami. Ikhtiar kami lakukan secara batiniah dan lahiriah. Setiap malam, seusai salat Magrib dan Isya, suamiku selalu membaca ayat-ayat suci. Lebih lama dari yang kulakukan. Ya, aku cepat merasa lelah dan langsung merebahkan badan. Sambil bertilawah, aku diminta merebahkan kepalaku di pangkuannya. Supaya anak kita terbiasa mendengarkan ayat Al Qur’an meski masih dalam kandungan, begitu katanya. Masih dengan aku tidu...